Bumbu Tabur

Mengenali perbedaaan KEINGINAN dan KEBUTUHAN, sebuah pesan bijak dalam mengelola uang

Jujur sajalah! Pasti kita mudah tergiur setiap ada barang atau produk baru. Tipe atau jenis produk keluaran terbaru mudah membuat kita “ngiler” untuk memilikinya. Benar kan?

Apalagi ditunjang dengan promosi besar-besar oleh produsen. Baik secara above the line (ATL) maupun siswonugroho_com-mengenali-perbedaaan-keinginan-dan-kebutuhan-sebuah-pesan-bijak-dalam-mengelola-uangbelow the line (BTL). Promosi di TV, koran, radio, sampai sales yang stand by di mall atau berkunjung ke tiap rumah, lewat spanduk atau baliho yang berjejer di sepanjang jalan. Wah, rasanya makin susah melepaskan diri dari keinginan untuk memiliki suatu barang.

Beda antara keinginan dan kebutuhan memang tipis. Setipis kain yang kita pakai barangkali. Mungkin juga kita sering bingung atau terbolak-balik mengenali mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Kita baru sadar ketika tahu-tahu tagihan kartu kredit kita melambung tinggi. Atau anggaran belanja rumah tangga kita jadi jebol gara-gara menuruti “nafsu” belanja kita.

Emh! kalau selalu “lebih besar pasak dari pada tiang”, bisa-bisa lama-lama ambruk juga keuangan kita. Antisipasi pertama untuk mengatasinya mungkin dengan gali lubang sana-sini. Tapi bahaya kalau terus-terusan “gali lubang tutup lubang”, lama-lama bisa-bisa kita sendiri yang terperosok ke dalam lubang itu.

Sementara, kita punya tekad untuk kaya. Terbebas dari kondisi pas-pasan yang selama ini melingkupi diri kita. Tapi kalau masih dengan kondisi seperti itu, apa mungkin kita bisa kaya?

Tentang cara jadi kaya ini, saya jadi ingat salah satu mentor saya pernah berkata begini:

Kamu boleh punya penghasilan Rp 100 juta atau bahkan Rp 1 miliar per bulan. Tapi kalau pengeluaranmu lebih besar dari penghasilanmu, maka kamu akan tetap seperti saat ini atau bahkan jadi lebih buruk!

MOHON MAAF!! Sebagian isi artikel ini di PROTEKSI, untuk membaca seluruh artikel silahkan bergabung menjadi member di sini, GRATIS!!!. Jika anda sudah menjadi member silahkan login di sini

Ingin cerita sedikit tentang pengalaman yang saya alami. Bertahun-tahun saya pakai hape murah dan jadul karena kebutuhan cuma buat telepon dan SMS. Tapi sekarang karena kebutuhannya internet mobile, saya butuh HP 3G sekaligus sebagai modem. Ini HP mewah saya yang pertama seharga Rp 1,5 juta. Jika ini tidak saya penuhi, akibatnya bisnis internet saya bisa lambat berkembang atau terhambat. Maka saya menyebutnya sebagai kebutuhan, dan bukan keinginan.

Kalau pengalaman Anda bagaimana?

Anda wajib membaca artikel dibawah ini juga:

Kenapa pengusaha luar biasa harus punya Facebook??
Kenapa pengusaha luar biasa atau pebisnis hebat harus punya akun di facebook? Jelas pertama untuk menambah jaringan. Ungkapan “satu musuh terlalu banyak dan seribu kawan terlampau sedikit” menemukan iklimnya di social network macam Facebook. Banyak...
Know what you own! (Nasehat PALING PENTING Warren Buffet sebelum Anda mulai bisnis dan investasi)
Munculnya rencana menulis artikel ini bermula waktu saya baca postingan Nasehat Warren Buffet di Tahun 2009 di blog Roni Yuzirman. Di sana Warren Buffet mengajak kita menjadi orang yang bijak dalam mengelola keuangan. Warren Buffet menyampaikan 10 nasehat...
Daftar kesalahan konsumen waktu melakukan transaksi bisnis (1)
Meski sering dikatakan kalau konsumen adalah raja, namun konsumen tidak selalu benar. Konsumen sering juga melakukan kesalahan. Sebagai seorang pebisnis, tugas kita adalah memastikan agar mereka tidak sampai melakukan kesalahan-kesalahan itu saat berniat membeli...
Desain Web menentukan kekuatan BRANDING bisnis
Web desain punya fungsi sangat penting untuk menyokong berlangsungnya bisnis Anda. Website, sama halnya dengan toko offline, berfungsi memajang aneka produk Anda dalam posisi yang nyaman sehingga mudah ditemukan oleh calon pembeli. Di toko offline, pengunjung...
Melihat perbedaaan antara pemasaran online dan offline
Memiliki produk tentu harus dipasarkan. Memasarkan produk berarti promosi. Entah bagaimanapun cara yang Anda tempuh untuk mengenalkan produk, tujuan Anda adalah membuat semua orang tahu dan kenal dengan produk Anda, syukur-syukur kalau sekaligus bisa...

There Are 6 Responses So Far. »

  1. seperti yang ibu saya sering katakan pada saat saya kecil. ketika saya merengek meminta sesuatu beliau selalu menasehati saya untuk mengelompokan benda2 yang saya mau menjadi “yang dibutuhkan” dam “yang diinginkan”…jika ingin mendapatkan “yang diiinginkaN” saya harus menabung untuk mendapatkannya..jika mengingnkan “yang dibutuhkan” maka ibu saya akan membantu saya dalam mendapatkannya

    Reply

  2. kunjungi mhamanzcorp.blogspot.com

    Reply

  3. Wah bener jg tuh kita emang hrs bisa membedakan antara want dan needs. Dan klo tdk bs membedakanya, gampangnya kebanyakan dari keinginan itu brsumber dari hawa nafsu. Sdangkan kebutuhan, adalah sesuatu yg kalo ga dipenuhi bakal fatal akibatny he he he

    Reply

  4. hemat pangkal kaya, jangan lebih besar pasak daripada tiang.

    Reply

  5. Kebutuhan memang utama, keinginan lebih bertujuan kepada menyenangkan diri tetapi ujungnya adalah kerugian, Salam Sukses

    ABRAHAM NETWORK POWER – Smart Investing Program -
    PastiDapatUang dot com
    http://pastidapatuang.com

    Reply

  6. Tepat sekali!! Saya sering berpikir.. Banyak orang gajinya segitu2 aja.. tapi koq berani ya nongkrong di cafe2 mahal kyk starbucks.. kalo saya jadi mereka, saya tabung gaji saya untuk investasi bisnis.. baru kemudian senang2 dari hasil bisnis saya.. bukan dari gaji saya

    Reply

Post a Response